Array

September 28, 2010

Array adalah variable yang berindeks. Perbedaannya dengan variabel biasa adalah pada tempat penyimpanan data. Varibel biasa hanya memiliki satu tempat data sedangkan array mempunya beberapa tempat. Amati list program berikut berkut !


Sintak Program

Outpout Program

Program cetakhari;

Uses Crt;

Var hari1,hari2,hari3,hari4,

hari5,hari6,hari7:string;

Begin

clrScr;

write(‘Ketik hari ke-1 : ’);

readln(hari1);

write(‘Ketik hari ke-2 : ’);

readln(hari2);

write(‘Ketik hari ke-3 : ’);

readln(hari3);

write(‘Ketik hari ke-4 : ’);

readln(hari4);

write(‘Ketik hari ke-5 : ’);

readln(hari5);

write(‘Ketik hari ke-6 : ’);

readln(hari6);

write(‘Ketik hari ke-7 : ’);

readln(hari7);

writeln;

write(hari1,hari2,hari3,hari4,

hari5,hari6,hari7);

readln;

End.

Ketik hari ke1 : Senin

Ketik hari ke2 : Selasa

Ketik hari ke3 : Rabu

Ketik hari ke4 : Kamis

Ketik hari ke5 : Jum’at

Ketik hari ke6 : Sabtu

Ketik hari ke7 : Minggu

SeninSelasaRabuKamisJum’atSabtuMinggu

Pada program diatas dituliskan program untuk menanyakan nama hari ke-1 sampai dengan ke-7, kemudian hasil input dari user akan ditampilkan pada akhir program. Variabel yang digunakan pada list program di atas adalah hari1,hari2,hari3,hari4,hari5,hari6,hari7 , total jumlah variabelnya adalah tujuh. Padahal ke tujuh variabel tersebut memuat data yang sama, yaitu hari. Seandainya kasus tersebut terjadi maka sudah saatnya kamu gunakan tipe data array.

Format penulisan untuk mendeklarasikan tipe data array adalah seperti berikut : Baca entri selengkapnya »


Procedure

September 28, 2010

Andaikan ada tugas membuat program untuk mencetak teks:
Teknik Radio
Teknik Analog
Teknik Digital

Kira-kira list programnya adalah seperti berkut:


Program cetakteks;

Uses Crt;

Begin

ClrScr;

Writeln(‘1.Teknik Radio’);

Writeln(‘1.Teknik Analog’);

Writeln(‘1.Teknik Digital’);

End.

Sekarang bagaimana list program untuk mencetak kata seperti tugas diatas sebanyak 3 kali, sehingga outputnya diarapkan seperti berikut: Baca entri selengkapnya »


Pengulangan While dan Repeat

September 28, 2010

Pengulangan While Do
Amati listing program berikut !



Sintak program

Output

Program WHILE_DO;

Uses Crt;

Var i:byte;

Begin

ClrScr;

i:=1;

WHILE i<=5 DO {program akan diulang selaman nilai i<=5}

Begin

Writeln(i);

i:=i+1;

End;

End.

Tampilan 1:

1

2

3

4

5

Perhatikan pada bagian listing program yang menyatakan pengulangan sintak : Baca entri selengkapnya »


Pengulangan For To Do

September 28, 2010

 Perulangan for dibagi menjadi dua, yaitu for…to…do dan for…downto…do. Format penulisan untuk fungsi pustaka for…to…do adalah sebagai berikut: for varibel_pengontrol := ekspresi1 to ekspresi2 do pernyataan
Variabel pengontrol adalah variabel yang dijadikan tempat menyimpan data untuk menentukan jumlah pengulangan. Ekspresi1 diisi dengan bilangan awal pengulangan dan ekspresi2 diisi dengan bilangan akhir. Ekspresi1 lebih kecil dari pada ekspresi2 (ekspresi1 <>). Dengan kata lain pengulangan for to do sama dengan prinsip kerja “up counter” pada pelajaran teknik digital. Amati listing program berikut: Baca entri selengkapnya »


Case Of Condition

September 28, 2010

Pada posting terdahulu telah dibahas mengenai if then else yang memiliki dua pilihan kondisi. Bagaimana seandainya jumlah pilihannya tidak hanya dua pilihan? Misalnya untuk pilihan nilai dengan alpabet A untuk baik, B untuk sedang, dan C untuk kurang.
Kasus tersebut bisa saja kita selesaikan dengan menggunaan fungsi kondisi if, tapi akan terlihat lebih sulit. Solusi lain dapat kita pergunakan fungsi kondis case of. Silahkan amati list program berikut: Baca entri selengkapnya »


IF Condition

September 28, 2010

 Penyeleksian kondisi adalah program yang akan mengseleksi sebuah kondisi, apabila kondisi sesuai dengan syarat yang ditentukan maka suatu eksekusi program akan dijalankan dan yang lainnya tidak.
Pada penyeleksi pilihan fungsi pustaka yang digunakan adalah if then else dan case of.
Saat ini yang akan dibahas adalah penyeleksi kondisi if.
Format penulisan untuk fungsi pusataka if adalah sebagai berikut:
if kondisi
then pernyataan_1
else pernyataan _2;
Artinya apabila kondisi terpenuhi maka bagian pernyataan_1 akan dieksekusi dan pernyataan_2 tidak, begitu pun sebaliknya.
Ok… coba amati kasus program berikut: Baca entri selengkapnya »


Input dan Output Program

September 28, 2010

 Output Program

Untuk menampilkan data pada program pascal fungsi yang digunakan adalah write dan writeln.

write digunakan apabila output yang dikehendaki tidak ada peristiwa perpindahan baris pada cursor. Perhatikan contoh berikut ini:


Sintak program

Output

program tulis;

begin

write(‘teks pertama’);

write(‘teks kedua’);

end.

teks pertamateks kedua

writeln digunakan apabila output yang dikehendaki menghendaki peristiwa perpindahan baris pada cursor. Perhatikan contoh berikut ini: Baca entri selengkapnya »


Contoh Penggunaan “Read/ReadLn”

Juli 24, 2008

Kumpulan contoh program PASCAL menggunakan “Read/ReadLn”

EXP – B1

PROGRAM Baca1;

{ —————————————— }

{ Contoh untuk menunjukan efek READ. }

{ —————————————— } Baca entri selengkapnya »


Contoh Penggunaan “Write/WriteLn”

Juli 24, 2008

Kumpulan contoh-contoh program PASCAL menggunakan “Write/WriteLn”

EXP – A1

PROGRAM Lat1;

BEGIN

WriteLn(‘Selamat Belajar’) ;

WriteLn(‘Turbo Pascal’) ;

END. Baca entri selengkapnya »


MENGGUNAKAN SINTAk CASE OF

April 30, 2008

JS08

PENGGUNAAN CASE OF

Ini dia fungsi pilihan yang kedua, yaitu CASE – OF. Bedanya dengan IF, kalau CASE dapat dengan mudah kita buat pernyataan lebih dari 2 pernyataan. Supaya lebih jelas, baca dulu deh strukrur penulisan programnya. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.